Hosting Unlimited Indonesia

Begini Cara Melatih Berpikir Kirits, Mari dicoba!!


Bagi sebagian orang, berpikir kritis adalah sesuatu yang hanya ada di sebagian dari kita. Justru sebaliknya, pemikiran kritis perlu keluar dari kita karena kita semua memilikinya di dalam diri kita.

Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan keterampilan ini adalah melalui permainan berpikir kritis untuk anak-anak. Anak-anak suka permainan yang menyenangkan dan membuat belajar yang menyenangkan dapat memiliki efek yang banyak dicari orang dewasa. Yaitu, pikiran yang berpikir kritis yang dapat mengevaluasi masalah secara produktif.

Memiliki permainan berpikir anak-anak sebagai bagian dari rejimen pertumbuhan dapat membuahkan hasil yang besar di kemudian hari. Mengajari anak-anak cara mengatasi pemikiran terbuka semacam ini melibatkan struktur pikiran yang logis dan teratur.

Memiliki kehidupan yang penuh tantangan sangat baik bagi kita. Bersenang-senang berpikiran permainan membebani otak kita untuk menghasilkan solusi bagi situasi yang tampaknya mustahil. Kita semua tahu bahwa imajinasi pada anak-anak tidak mengenal batas. Itu sebabnya penekanan pada memiliki permainan berpikir kritis untuk anak-anak sangat penting. Jika seorang anak dapat memanfaatkan kreativitas mereka di usia muda dan menemukan solusi maka itu mulai menjadi kebiasaan.

Tidak ada masalah yang terlalu sulit untuk dipecahkan. Menemukan solusi melalui permainan yang menyenangkan dapat membuat seseorang menjadi kreatif seperti yang mereka inginkan.

Setiap kali sebuah solusi diciptakan melalui pemikiran inovatif maka itu memperkuat fondasi seseorang yang bisa mendapatkan sesuatu yang dicapai.

Pemikiran kritis paling baik dipupuk melalui permainan dan melalui anak-anak yang memainkannya. Ada banyak situs web yang menawarkan pemaparan game jenis ini. Sebagai contoh, permainan yang diberi nama berpikir kritis gratis menawarkan berbagai tingkat tantangan untuk dimainkan.

Pilihan dibuat antara permainan matematika, catur, dan jenis logika 3D. Tidak peduli permainan apa yang dimainkan, pikiran adalah bagian integral dari menguraikan cara mengalahkan permainan. Tidak ada yang kalah dalam jenis permainan ini karena itu adalah proses yang diperhitungkan dan yang mengembangkan kreativitas menuju pencapaian.

Latihan pengaturan kelompok juga merupakan pelepasan pemikiran kritis yang populer. Permainan kata tentu saja dapat membantu memperluas kosa kata seseorang melalui kata-kata relasional. Misalnya permainan awal diatur ke empat kata. Dalam pengaturan kelompok, orang-orang akan menghasilkan kata. Maka kata pelengkap lain harus dihubungkan sampai empat kata dibuat. Sekarang pemenang dari game ini adalah yang muncul dengan kata kelima ketika digunakan bersama dengan empat kata sebelumnya dan masuk akal.

Misalnya, biarkan empat kata menjadi: sepeda, berkuda, helm, ban. Kata kelima bisa ringan. Anda akan memiliki sepeda ringan, cahaya menunggang, helm ringan dan ban ringan.

Permainan kata lain adalah dengan menganggap bahwa kata adalah akronim. Misalnya kata BAD dapat diartikan menjadi Big And Droopy. Setiap kata akan dilakukan dan interpretasi apa pun akan membuatnya menyenangkan dan menarik.

Bermain permainan berpikir anak-anak adalah bagian dari gambaran besar membantu mengembangkan pemikiran dan pemikiran yang lancar di luar kotak untuk setiap masalah yang dihadapi dalam kehidupan.

Menikmati kegiatan kelompok seperti ini akan membantu mengembangkan kerja sama dan menghasilkan solusi yang bahkan belum ada di papan tulis. Itu adalah bagian menarik dari pemikiran kritis yang menginspirasi kita semua.

Semoga bermanfaat

Penjelasan Lengkap Definisi Memory Matrix

A.    DESKRIPSI

Memory Matrik merupakan salah satu strategi pembelajaran, dimana strategi mempunyai pengertian suatu garis besarhaluan untuk bertindak dalam usaha pencapaian sasaran yang telahditentukan. Jika dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikansebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudankegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

Matrix adalah sebuah istilah yang berasal dari matematika yang dideskripsikan berupa kolom-kolom atau baris-baris. Dan secara istilah matrix mempunyai pengertian data yang tersusun dalam bentuk baris dan kolom, dan data yang saling berkaitan satu dengan lainnya.
Sedangkan ingatan atau memory adalah gejala psikologi yang berhubungan dengan masa lampau, berhubungan dengan yang pernah dialami dan diamati. Ingatan juga meliputi kemampuan untuk menerima (encoding), menyimpan atau perekaman (remembering/retrieval) kembali stimulus yang pernah dialami dan diamati. Oleh karenanya maka didefinisi dari ingatan (memory) adalah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan mereproduksi kesan-kesan yang lampau.
Strategi matriks ingatan juga bisa dideskripsikan sebagai strategi yang berbentuk Matrix yang terdiri dari baris-baris dan kolom-kolom kosong atau satu kolom yang telah diisi untuk mengevaluasi kekuatan daya ingat peserta didik akan materi pelajaran atau perkuliahan yang penting dan berhubungan antar materi serta menilai kecakapan peserta didik mengorganisir informasi ke dalam kategori-kategori tertentu.
Dari pengertian atau deskripsi tersebut dapat diketahui bahwa strategi ini merupakan salah satu strategi pembelajaran aktif juga pengevaluasian daya serap siswa serta kemampuan siswa, dalam keaktifannya untuk mengorganisasi materi dan memahaminya agar mudah dihafal atau diingat.

B.    CIRI-CIRI STRATEGI MATRIX INGATAN

a. Proses pembelajaran strategi Matrix ingatan menekankan pada proses
afektif, kognitif dan psikomotor. Bukan model pembelajaran yang hanyamenekankan pada satu aspek saja. Proses afektif, kognitif dan psikomotordi implementasikan dalam strategi pembelajaran guna untuk mencapaitujuan pembelajaran sebagai satu kesatuan untuk memperoleh penguasaan.
b. Strategi Matrix ingatan sangat cocok digunakan untuk berpikir sederhana,seperti mengingat dan menghafal fakta-fakta serta definisi.
c. Strategi Matrix ingatan dibangun dalam nuansa pembelajaran aktif, yaitubelajar dengan beraktivitas, mengkaji gagasan, memecahkan masalah danmenerapkan apa yang mereka pelajari.
d. Strategi Matrix ingatan biasa digunakan untuk mengulangi materipelajaran yang bersifat faktual untuk keseluruhan materi pelajaran.
e. Strategi Matrix ingatan adalah strategi pembelajaran yang bersandar
kepada 2 sisi yaitu proses dan hasil belajar. Proses belajar diarahkan untukmeningkatkan kemampuan mengingat atau menghafal, sedangkan sisihasil diarahkan untuk mengkonstruksi pengetahuan atau penguasaanmateri untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

C.    LANGKAH-LANGKAH
1.    Pertama, dosen membuat satu metrix kosong yang terdiri kolom-kolom dan baris-baris,
2.    Kemudian, isilah ruang yang kosong dengan fakta-fakta yang berhubungan dengan meteri kuliah yang relevan,
3.    Pastikan kesesuaian atau keserasian antara judul, kolom dengan judul baris,
4.    Mintalah mahasiswa mengisi kolom-kolom yang kosong sesuai dengan judul kolom dan judul baris,
5.    Setelah selesai di isi mahasiswa kumpulkan metrix itu dan anda siap untuk mengoreksi hasil kerja mahasiswa. 

D.    TUJUAN PEMBELAJARAN 
1)  Meningkatkan kecakapan menghapal, 
2) Meningkatkan kecakapan membaca,mengembangkan kecakapan belajar, strategi dan kebiasaan,
3) Mempelajari terma-terma dan fakta-fakta ilmu pengetahuan,
4) Mempelajari konsep-konsep dan teori-teori ilmu pengetahuan

E.    KELEBIHAN DAN KELEMAHAN
a. Kelebihan
Keunggulan strategi Matrix ingatan adalah:
1) Meningkatkan kemampuan mengorganisasi materi
2) Meningkatkan kecakapan membaca
3) Mengembangkan kecakapan belajar, strategi dan kebiasaan.
4) Meningkatkan kecakapan menghafal
5) Dengan meningkatnya kemampuan mengidentifikasi dan
mengklasifikasikan materi maka akan lebih mudah bagi anak didikuntuk memahami isi pelajaran.
6) Meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar
7) Membantu siswa mentransfer pengetahuan mereka untuk diamalkandalam kehidupan sehari-hari.
b. Kelemahan
Kelemahan strategi Matrix ingatan adalah:
1)    Strategi ini akan menjadi sangat tidak efektif jika tidak digunakanpada materi yang sesuai.
2)    Keberhasilan strategi pembelajaran Matrix ingatan harus didukung oleh keaktifan siswa.
3)    Strategi pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadapsiswa yang memiliki kemampuan fisik secara sempurna. Karenamemerlukan proses membaca, mengingat memahami dan menghafal.

F.    SARAN-SARAN

1.    Strategi ini sangat cocok untuk berfikir sederhana, seperti mengingat dan meghafal fakta-fakta, rukun-rukun.
2.    Strategi ini sangat cocok untuk menghafal definisi-definisi.
3.    Strategi ini juga dapat dikerjakan secara berpasangan atau kelompok kecil.
4.    Strategi ini cocok untuk mengulangi materi perkuliahan yang bersifat faktual untuk keseluruhan materi perkuliahan.

Referensi:
Hisyam Z, Bermawhy. M, Sekar Ayu. A. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CTSD,
2008. hal. 136.

3 DOSA JIKA KALIAN MENCATAT

Siapa yang tidak pernah mencatat dalam kehidupan? Mencatat berarti menulis sesuatu dengan tujuan tertentu yang biasanya menggunakan alat tulis dan kertas. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini mencatat dapat dilakukan menggunakan komputer, handphone dan gadget lainnya sebagai pengganti kertas. Tetap kegiatan mereka disebut sebagai mencatat.
Mencatat sepertinya suatu hal yang setiap orang dapat melakukannya. Di mulai sejak mereka merasakan pendidikan dasar atau pendidikan anak usia dini (PAUD/TK), mencatat adalah hal yang diajarkan oleh semua guru. Hingga mereka mulai beranjak dewasa, mencatat seolah-olah kebiasaan yang tak terpisahkan saat di sekolah. Tahukah kamu, mencatat dapat dikatakan berdosa jika;
Sangat ironis hingga saat ini, mencatat kerap dijadikan modus bahwa mencirikan bahwa ia merasa telah belajar. Pelajaran yang mereka dapatkan adalah sebuah catatan. Ketika mencatat telah selesai mereka mulai berpikir waktu belajar telah habis, saatnya mulai bermain dengan teman atau memegang gadget.
Otak kita lebih dahsyat daripada selembar buku yang digunakan untuk mencatat, mulailah memaksimalkan otak yang dianugrahi oleh Tuhan. Terkadang dengan mencatat, kita sering menunda memahami pelajaran. Esok akan ada ujian tertulis pelajaran sejarah, toh ada catatan belajarnya nanti saja saat pagi-pagi di kelas menjelang ujian berlangsung.
Guru yang sedang menjelaskan materi pelajaran di depan kelas, tidak selalu semua siswa memperhatikan dengan serius. Siswa mengandalkan kegiatan mencatat yang ada dari papan tulis ketimbang memperhatikan penjelasan guru. Alhasil siswa mengerjakan sesuatu yang lain, padahal pengalaman guru lebih berharga daripada suatu catatan teks.
Paradigma mencatat dapat memperoleh semua informasi adalah suatu hal yang tidak sepenuhnya benar. Mencatat membuang waktu kita untuk mendengarkan dan merasakan pengalaman seseorang. Seolah mengalami kejadian dan berusaha memvisualisasikan langsung adalah dengan mendengarkan bukan mencatat. Akan ada suatu yang terlewat ketika kita selalu mencatat. Sehingga dalam hal ini mencatat bukanlah pilihan yang terbaik untuk memahami sesuatu. Karena mencatat tidak dapat secepat dengan pembicaraan diskusi yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita selalu menggunakan otak sebagai media penyimpanan pengetahuan. Sekarang yang perlu ditingkatkan adalah daya ingatan otak yang lebih lama.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi semuanya..
Jangan lupa tinggalkan komentar yang baik sebelum meninggalkan website ini.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Inquiri Berorientasi Discovery

Artikel ini akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran inquiri berorientasi discovery. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. 

Menurut Dahar yang dikutip oleh Hamdani, menyatakan beberapa kelebihan pembelajaran inquiry berorientasi Discovery diantaranya:
  1. Pengetahuan yang diperoleh menggunakan teknik inquiri akan lebih lama diingat dalam jangka waktu yang lama dibandingkan dengan pengetahuan yang diperoleh dengan teknik lain
  2. Efek transfer akan menjadi lebih baik yang tentunya mempengaruhi hasil belajar. Artinya beberapa konsep dan prinsip akan lebih mudah diterapkan pada situasi baru
  3. Meningkatkan penalaran dan kemampuan untuk berpikir secara bebas
Iru yang dikutip oleh Mukminan menerangkan bahwa manfaat inquiri bagi siswa adalah:
  1. Mampu mengembangkan keterampilan guna memecahkan permasalahan yang dialami serta mengambil keputusan secara objektif dan mandiri
  2. Untuk mengembangkan berpikir siswa dan serta dapat meningkatkan potensi kognitif siswa
  3. Meningkatkan rasa ingin tahu siswa dan cara berpikir secara objektif, mandiri, kritis, logis dan analitis baik secara mandiri ataupun kelompok
  4. Untuk meningkatkan kemampuan mengurai kembali informasi dari pengalaman belajar yang dapat digunakan dalam menghadapi permasalahan kehidupan sehari-hari.
Fungsi Discovery-inquiri menurut Hanafiah dan Suhana dapat dilihat melalui paragraf berikut ini:
  1. Membangun komitmen siswa dalam hal belajar yang dicerminkan dengan keterkaitan, kesungguhan dan loyalitas terhadap menemukan suatu informasi dalam pembelajaran
  2. Membangun siap aktif, kreatif dan inovatif dalam pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran
  3. Membangun sikap percaya diri dan terbuka dalam hal hasil penemuannya

Kelemahan Metode Pembelajaran Inquiri Beriorientasi Discovery
Hanafiah dan Suhana memberikan pendapat mengenai kelemahan Inquiri Beriorientasi Discovery diantaranya:
  1. Siswa harus mempunyai kesiapan dan kematangan mental, sehingga siswa harus mampu berani dan berniatan untuk mengetahui keadaan sekitar
  2. Keadaan kelas yang harus kondusif yang bisa ditinjau dari jumlah siswa dalam suatu kelas
  3. Guru dan siswa yang sudah terbiasa dengan pembelajaran menggunakan metode lama sehingga menyulitkan penerapan inquiri berorientasi Discovery


Referensi
Hanafiah, Nanang dan Cucu Suhana. 2012. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: refika Aditama
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia
Iru, La dan La Ode Safiun Arihi. 2012. Analisis Pendekatan, Metode,Strategi, dan Model-Model Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Persindo

Definisi Pemecahan Masalah Matematika

Masalah secara umum diartikan sebagai kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Hal ini berbeda dengan pendapat Sumardyono yang berendapat bahwa problem memiliki makna khusus yang berkaitan erat dengan suatu pendekatan pembelajaran yaitu problem soling. Namun di samping itu, tidak setiap soal merupakan masalah atau problem.
Menurut Bell definisi masalah adalah kondisi yang dapat digolongkan sebagai masalah bagi seseorang jika suatu keadaan disadari, ada keinginan dan diraskan perlu melakukan tindakan untuk mengatasinya dan melakukannya, sehingga tidak secara cepat ditemukan solusi dari situasi tersebut.
Menurut Johson masalah adalah isu yang berkaitan dengan topik bahasan dalam proses pemelajaran yang dirasakan oleh siswa untuk segera diselesaikan. Masalah memiliki sifat konflik isu atau kontroersal, masalah dianggap penting dan dapat diselesaikan. Sedangkan menurut Ruddeffendi bahwa masalah bagi siswa yang pertama adalah kurangnya prosedur tertentu untuk menyelesaikan, kedua siswa sudah mampu menyelesaikannya, dan ketiga adalah adanya niat untuk menyelesaikannya.
Kiatan masalah dengan matematika, Fadjar berpendapat bahwa masalah adalah pertanyaan yang harus dijawab. Namun tidak semua pertanyaan dapat disebut sebagai masalah. Suatu pertanyaan dikatakan sebagai masalah jika memiliki adanya tantangan yang dapat dipecahkan oleh prosedur yang sudah diketahui oleh pelaku yang diberikan pertanyaan. Meiring menyatakan masalah matematika memiliki beberapa syarat:
  1. Kondisi harus terdiri dari penyataan awal dan tujuan
  2. Kondisi memuat ide-ide matematika
  3. Menarik minat orang untuk mencari solusinya
  4. Memuat penghalang rintangan antara yang diketahui dan yang diinginkan.

Menurut polya yang dikutip oleh Hudoyo bahwa pemecahan masalah merupakan suatu usaha untuk mencari solusi dan untuk mencapai tujuan yang tidak cepat dapat dicapai. Pemecahan masalah merupakan bentuk tingkatan aktivitas intelektual individu yang terbilang sangat tinggi. Sebab pemecahan masalah suatu kegiatan intelektual guna mencari solusi permasalahan dengan modal pengetahuan sebelumnya yang sudah dimiliki atau dari pengalaman yang pernah dialami.
Pemecahan masalah justru akan memunculka ide baru, teknik baru atau bahkan pengetahuan yang baru, tentunya dari berbagai persepsi yang berbeda dari tiap individu. Misalnya pemecahan masalah yang berasal dari soal cerita dimana setiap individu memiliki keterampilan menghubungkan matematika dan cara pengaplikasian matematika terhadap kehidupan sehari-hari yang berbeda. Oleh karena itu, pemecahan masalah termasuk dalam proses berpikir tingkat tinggi dan memiliki peranan penting dalam pelajaran matematika.
Menurut Polya yang dikutip oleh Aisyah, menyatakan pendapat bahwa terdapat dua macam masalah dalam matematika yaitu:
Masalah untuk menemukan
Masalah untuk membuktikan
Dalam masalah untuk menemukan, siswa diajak agar dapat mengerti inti persoalan masalah yang diberikan sehingga menyangkut ke dalam metode yang digunakan untuk membuktikan solusi dari permasalahan yang diberikan. Sehingga siswa mendapatkan pemahaman yang berbeda dengan siswa lain dalam hal mencerna informasi yang ada di dalam persoalan matematika. Pemecahan masalah matematika merupakan keterampilan siswa untuk menyelesaikan persoalan yang tidak bisa yang biasa disajikan dalam bentuk soal cerita atau aplikasi matematika hingga pembuktian teori matematika.


Referensi
Fadjar, Shidiq. Pentingnya Pemecahan Masalah. Yogyakarta: P4TK [onlie]
Sumardyono. 2011. Pengertian Dasar Problem Solving. Yogyakara: P4TK [onlie]
Hudoyo. 1979. Pengembangan Kurikulum Matematika dan Pelaksanaannya di Depan Kelas. Surabaya: Usaha Nasional
Polya, G. 1985. How to SOlve it: A New Aspect of Mathematic Method
Russffendi, E.T. 1991. Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensi Dalam Mengajar Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito

Semoga bermanfaat, mohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam penulisan.
Silahkan komentar yang positif melalui kolom di bawah ini.